banner 468x60

Sang Jenius, Penghafal Ribuan Nama Ikan di Dunia

408 views
iklan
Danendra Maulana Rifansyah

Danendra Maulana Rifansyah

Penakita | SURABAYA – Sosoknya memang tidak seperti siswa normal kebanyakan. Ia tergolong sebagai siswa berkebutuhan khusus (SBK) di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya. Kendati demikian, di balik kekurangannya, ia punya kelebihan yang jarang dimiliki siswa lainnya, bahkan bisa dikatakan sangat istimewa.

Dialah Danendra Maulana Rifansyah, sang jenius penghafal nama ribuan ikan di dunia. Kemampuan siswa yang akrab disapa Danendra ini menghafal ribuan nama dan jenis ikan itu, ia dapatkan pertama kali berkat sang kakek.

Danendra mengaku ketika ia masih kelas 5 SD, sang kakek yang hobi memancing menghadiahinya sebuah buku jenis-jenis ikan laut di Indonesia, sebelum meninggal. Sejak itulah Danendra rajin membaca dan menggemari ikan. Kegemarannya itu akhirnya menstimulus dirinya untuk menghafal nama-nama ikan, tidak hanya yang berasal dari Indonesia, tetapi juga dari negara-negara lainnya di luar negeri.

“Waktu masih TK saya cuma hafal nama ikan hiu, lele, dan mujair. Tapi karena kakek, jadi sekarang saya hafal ikan yang berasal dari negara India, Thailand, Amerika, Eropa, dan Afrika,” aku Danendra kepada PENAKITA.com, Rabu (10/4/2013).

Tak hanya dapat menghafal nama-nama ikan, Danendra juga menghafal ratusan nama hewan mamalia, nama jenis kura-kura, dan nama jenis burung sejak zaman purba hingga sekarang.

Danendra mengatakan, kemampuannya tersebut seolah timbul secara spontan. Ketika dirinya mulai menggemari suatu hal tertentu, secara otomatis ia akan sangat antusias mencari informasi tentang hal tersebut. “Ya nyari-nyari infolah dari situs internet, lihat video-video, baca buku, liat TV, dan lain-lain,” katanya polos.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Sudarusman mengungkapkan, pribadi siswanya yang satu ini memang unik. Hampir setiap hari pada jam istirahat, beber Sudar, Danendra mengunjungi kolam ikan sekolah di dekat ruang kepala sekolah.

“Dia selalu mengamati ikan-ikan itu. Dia bahkan juga memberi informasi jenis-jenis makanan apa saja yang harusnya diberikan kepada ikan-ikan itu. Yang lucu lagi, setiap ingin meninggalkan kolam ikan itu, Danendra ini selalu memberikan hormat kepada ikan-ikan,” beber Sudar.

Sudar mengaku selalu membebaskan dan membiarkan aktivitas Danendra itu terus berlangsung. Justru pihaknya selalu mendukungnya. Sebab, SMP Muhammadiyah 2 Surabaya ini merupakan sekolah berbasis bakat dan minat.

“Kami tidak pernah memaksa anak untuk melakukan yang mereka tidak suka. Kami justru selalu mendukung hal, bakat, atau minat siswa selama itu positif untuk dirinya. Seperti Danendra ini, kami tidak pernah memaksa dia harus terus belajar di dalam kelas. Kami membebaskannya jika sewaktu-waktu ingin keluar kelas. Bahkan kami menantangnya untuk menghafalkan sejarah mengenai The Beatles,” tandasnya. ika

author