banner 468x60

Seperti Junk Food, TV Bikin Gendut

416 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Tak ubahnya efek yang ditimbulkan dari kebiasaan mengonsumsi junkfood, konsumsi televisi yang sudah dibiasakan sejak dini akan memberi manfaat sama. Hal ini dikarenakan, kebiasaan ini akan terbawa, dan saat tumbuh mereka memiliki peluang besar alami obesitas.

Tak hanya orang dewasa, celakanya, obesitas juga sangat berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan kesehatan anak. Terutama pada munculnya berbagai masalah pada jantung dan sebagainya.

Menurut penelitian, untuk itu, para orangtua dalam mendidik sebaiknya memperhatikan kebutuhan televisi, meski anak belum genap berusia 3 tahun. Dikutip dari laman Dailymail, menurut Dr Aric Sigman membatasi atau bahkan tidak membiasakan anak menonton televisi ternyata memberi keuntungan yang signifikan. Karena, disadari atau tidak, kebiasaan ini berpengaruh pada saat mereka berusia tujuh tahun.

Aric menambahkan, ditambah dengan stimulus perangkat game konsol, komputer tablet, televisi, ponsel pintar dan laptop, maka anak dipastikan rentan mengalami obesitas sekaligus beresiko memiliki penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Penulis laporan berjudul, the influential medical journey Archives Of Disease In Childhood, Dr Sigman mengatakan tren ini juga bisa menyebabkan masalah psikologis lainnya. “Mengurangi konsumsi harian televisi untuk anak-anak, bisa memberikan keuntungan yang signifikan bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka,” tulisnya.

Dr Sigman, ahli kesehatan anak, menyarankan, anak-anak berusia antara tiga dan tujuh harus dibatasi hanya setengah jam setiap hari. Mereka yang berusia tujuh sampai 12 harus menghabiskan hanya satu jam di depan layar.

“Anak-anak berusia 12 sampai 15 harus memiliki maksimal 1,5 jam di depan layar dan orang-orang berusia 16 tahun ke atas harus menghabiskan hanya dua jam,” demikian dia merekomendasikan.

author