banner 468x60

Siswa Ini Minta Didampingi Guru untuk Bacakan Soal

423 views
iklan

BraillePenakita | SURABAYA – Suasana ujian nasional (UN) yang agak berbeda tampak di SMAN 10 Surabaya. Di salah satu ruang ujian, terlihat dua orang siswa berkebutuhan khusus (SBK) tengah serius mengerjakan soal-soal UN, Selasa (16/4/2013).

Mereka adalah Adelina Setiawan, kelas XII IPS 3 dan Adam Pratama Putra, siswa kelas XII IPS 1. Adelina merupakan SBK yang memiliki ketunaan daksa, sementara Adam memiliki ketunaan netra. Karena keterbatasan tersebut, mereka diberi perlakuan khusus.

“Untuk mengikuti UN ini kedua siswa itu dibantu dua orang guru pendamping, dan seorang pengawas. Untuk menjawab soal di lembar jawaban, mereka dibantu guru pengawas ini,” tutur Kepala SMAN 10 Surabaya, Drs H Sukron AP MM, kepada PENAKITA.com, Selasa (16/4/2013).

Lebih jauh Sukron melanjutkan, total jumlah siswa berkebutuhan khusus (SBK) di SMAN 10 Surabaya yang mengikuti UN sebanyak empat orang. Yakni satu siswa tuna netra, satu siswa tuna daksa, dan dua orang siswa tuna rungu.

“Dalam UN ini, ada tambahan waktu untuk mereka selama 45 menit saja,” tukas Sukron.

Sukron menambahkan, jumlah seluruh siswanya yang mengikuti UN sebanyak 265 orang siswa, termasuk siswa inklusi atau SBK. Mereka akan terbagi dalam 14 ruang kelas.

Sementara itu, salah satu SBK, Adam mengungkapkan, kendati soal UN siswa inklusi telah menggunakan huruf braile, namun ia masih merasa kualahan. Pasalnya, ia terkendala waktu pengerjaan.

Ia pun mengusulkan agar tahun depan ada naskah soal braille dan ada soal biasa untuk guru pendamping, sehingga ketika mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal, dirinya bisa meminta tolong kepada pendampingnya untuk membacakan soal.

“Untuk tahun depan saya mengusulkan ada soal braile dan ada soal untuk pengawasnya.  Teksnya itu sama dengan braile agar ketika saya mengalami kesulitan membaca, guru pendamping bisa membantu membacakan,” kata Adam.

Hal itu diyakininya akan bisa mempercepat waktu pengerjaan soal ujian. “Seperti soal bahasa yang terlalu banyak naskah ceritanya, satu soal bisa sampai 2 halaman. Nah, konsentrasi saya terkadang terpecah karena harus mengetahui isi halaman sebelumnya,” tutur siswa yang juga ahli massage ini. ika

author