banner 468x60

Tahun 2045 Indonesia Butuh 130 Juta Tenaga Terampil

516 views
iklan

poltek negeri madiunPenakita | MADIUN – Warga Kota Madiun patut berbangga. Pasalnya, mereka kini memiliki perguruan tinggi negeri setelah politeknik yang sebelumnya berstatus swasta kini berubah negeri.

Perubahan status tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, Sabtu (11/5/2013). Menurut M Nuh, perubahan status itu untuk redistribusi pusat unggulan di bidang pendidikan vokasi di Jawa Timur.

“Di Jawa Timur selama ini pusat unggulan pendidikan berada di kota besar seperti Surabaya dan Malang. Ini yang ingin dihapus pemerintah pusat,” begitu tutur Mendikbud.

Ditambahkannya, ada beberapa target kemudahan menyusul berubahnya status Politeknik Madiun. Di antaranya, akses yang lebih mudah bagi anak-anak muda yang berasal dari daerah sekitar untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

“Kini mereka tidak harus keluar daerah untuk sekolah. Politeknik Negeri Madiun (PNM) juga menumbuhkan kebanggaan bagi warga Madiun dan sekitarnya. Selain disini (Madiun) pemerintah juga menegerikan Poltek di Banyuwangi dan Madura,” papar Nuh.

Menurut Nuh, redistribusi pusat unggulan pendidikan tersebut merupakan salah satu investasi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar pada tahun 2045. Pada masa itu, Indonesia akan membutuhkan sebanyak 130 juta tenaga terampil.

“Sebanyak 130 juta tenaga terampil itu harus dipersiapkan jauh-jauh hari mulai dari sekarang. Tidak hanya di Madiun, namun juga di daerah lainnya di Indonesia. Walaupun saat ini jumlah mahasiswa di PNM baru 700 orang, namun kita punya impian untuk menjadi bangsa yang besar,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto, mengatakan, Pemerintah Kota Madiun telah menyediakan lahan seluas 10 hektare untuk pengembangan PNM. Harapannya, politeknik ini akan menjadi pusat pendidikan vokasi unggulan di wilayah barat Jatim.

“Pendirian PNM akan membawa dampak positif bagi masyarakat, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun bidang ekonomi. Untuk pengembangannya, Pemkot Madiun telah menyiapkan anggaran Rp 6 miliar untuk membantu PNM selama dua tahun di awal penyelenggaraannya. Sedangkan pengembangan lain-lain sebesar Rp 1 miliar,” kata Sugeng. sum

author