banner 468x60

Tidak Ada Kursi Cadangan di Jalur SPMB Unesa

436 views
iklan

unesaPenakita | SURABAYA – Meski memberi peluang siswa di urutan bawah naik menggantikan siswa yang batal mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sivitas akademika ini menegaskan tidak ada kursi cadangan.

“Kami tidak menyediakan cadangan. Cuma urutan di bawah sesuai dengan nilai ujiannya,” tandas Suyatno, Kepala Humas Unesa, Kamis (1/8/2013).

Ditekankan pula, tidak ada kuota khusus untuk jalur mandiri maupun kemitraan seperti yang disampaikan petugas saat wawancara dengan orangtua siswa. “Kuotanya sama. Tidak ada kuota lebih di kemitraan dan kuota sedikit di mandiri. Semua dilihat nilainya,” paparnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proses SPBM Unesa sempat diprotes orangtua calon mahasiswa baru karena tidak mencantumkan jalur kemitraan berbiaya tinggi dalam pengumuman di situs SPMB Unesa. Di jalur kemitraan ini, selain uang kuliah tunggal (UKT) kelompok lima, mereka juga diharuskan membayar uang kuliah awal (UKA) yang nilainya berbeda-beda di setiap fakultas.

Seperti Fakultas MIPA ada lima biaya yang harus dipilih yakni Rp 20 juta, Rp 22,5 juta, Rp 25 juta, Rp 30 juta dan di atas Rp 30 juta yang nilainya bisa diisi oleh pendaftar. Di Fakultas Teknik pilihannya Rp 15 juta, Rp 20 juta, Rp 22,5 juta, Rp 25 juta, Rp 30 juta, Rp 35 juta dan lebih dari Rp 35 juta.

Sementara jika memilih jalur mandiri mereka hanya dikenakan uang kuliah tunggal (UKT) kelompok lima. Sedangkan jalur bidik misi tanpa UKA maupun UKT namun kuotanya sangat minim.

Yang membuat orangtua pendaftar semakin geregetan, petugas seolah-olah ingin mengarahkan mereka memilih jalur kemitraan yang berbiaya tinggi. Hal ini diakui Ratno, salah satu orangtua pendaftar. “Saat wawancara petugas menjelaskan kalau prodi Teknik Sipil yang dipilih anak saya menyediakan kuota 245 mahasiswa, tapi hanya tersisa tujuh di jalur mandiri dan 18 di jalur kemitraan,”terang Ratno saat ditemui usai wawancara.

Pernyataan petugas ini membuatnya bingung karena jika memilih mandiri peluang lolos kecil, sememtara jika kalau kemitraan dia tidak siap dengan biaya sebesar itu. ari

author