banner 468x60

Tidur Malam Cukup, Kurangi Potensi Nyeri

438 views
iklan

sleepPenakita | AMERIKA – Banyak kelebihan saat kita memiliki jam istirahat yang cukup. Bahkan jika hal ini ditambah, manfaatnya akan terasa dalam hal kesehatan. Karena dalam sebuah penelitian, menambah satu jam tidur malam akan mengurangi kita merasakan rasa nyeri.

Seperti dikutip dari Dailymail, pada dasarnya kebutuhan jam malam seseorang rata-rata adalah 8 jam. Namun jika secara periodik Anda menambah tidur satu jam lebih awal, hal ini akan memberi manfaat kebaikan berupa menurunkan potensi rasa nyeri harian. Menurut para ilmuwan menambah 2 jam dari 8 jam tidur diklaim dapat meredakan nyeri, bahkan dampaknya seperti mengonsumsi obat rasa sakit, seperti codeine.

Sebelumnya, temuan ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang melibatkan 18 pasien sehat secara acak. Dalam penelitiannya, responden disarankan untuk tidur dalam kuantitas tertentu, 4 jam, 8 jam dan 10 jam setiap harinya.

Penelitian di Amerika ini kemudian menguji kesehatan pasien dengan uji latency tidur. Metode ini adalah standar yang biasa digunakan oleh dokter untuk mendiagnosis masalah tidur. Yakni dilakukan dengan memonitor gelombang otak, gerakan mata, detak jantung, dan otot. Penelitian ini juga mengukur sensitivitas nyeri yang dinilai menggunakan sumber panas.

Hasilnya, kelompok yang memiliki volume tidur lebih banyak 1,8 jam setiap hari (hampir 10 jam), memiliki kualitas konsentrasi yang baik. Dan hal ini berdampak pada kurangnya rasa nyeri harian yang sering mereka alami sebelumnya.

Temuan yang telah dipublikasikan dalam journal Sleep ini juga mengungkap, kebiasaan ini dapat menghindarkan seseorang dari kebiasaan konsumsi obat nyeri. Dengan perbandingan setara dengan konsumsi 60mg codeine (obat pereda rasa nyeri).

Penanggung jawab penelitian ini Dr Timothy Roehrs, seorang ahli dalam gangguan di Henry Ford Hospital di Detroit, mengatakan, hasil penelitian kami menunjukkan pentingnya tidur yang cukup dalam berbagai kondisi nyeri kronis atau dalam persiapan untuk prosedur bedah elektif. adi

author