banner 468x60

Tiga Bulan PTT Dindik Jatim Tidak Terima Gaji

484 views
iklan
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr Harun MSi

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr Harun MSi

Penakita | SURABAYA – Nasib malang menimpa ratusan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim. Sejak tiga bulan terakhir, mereka tidak mendapatkan gaji yang semestinya diterima setiap bulan. Untuk menutupi kebutuhan hidup, selama ini PTT hanya mengandalkan uang pinjaman alias berhutang.

Nominal gaji yang tidak dibayar ini, diakui salah satu PTT senilai Rp 1,4 juta per bulan untuk PTT berijasah SMA. Sementara PTT dengan ijasah S1, nilai gajinya bervariasi antara Rp 1,5 juta sampai Rp 1,7 juta perbulan. Seluruh PTT Dindik Jatim hanya diminta menandatangani daftar gaji itu dengan janji segera dicairkan, Rabu (20/3/2013).

“Masih tanda tangan saja, tapi gajinya tidak ada,” ungkap salah satu staff Dindik berstatus PTT yang tidak ingin namanya disebutkan, Rabu (20/3/2013).

Dari keseluruhan PTT yang tidak terbayar gajinya, jumlah anggaran yang mandeg di Dindik Jatim diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar lebih. Jumlah ini diperoleh dari kalkulasi gaji PTT yang mandeg sekitar 300 orang selama tiga bulan. PTT yang tidak menerima gaji ini tersebar di semua bidang, dengan jumlah PTT terbanyak di bagian kesekretariatan.

“Tiap kali butuh uang, pasti hutang. Jadi kalau gajinya sudah cair, sebagian besar pasti untuk membayar hutang,” ungkap dia.

Selain gaji, hak pegawai lainnya yang juga tidak diterima adalah jatah makan minum (mamin). Tahun lalu, tiap bulan pegawai menerima Rp 250.000 perbulan untuk mamin ini. Tetapi hingga tiga bulan berjalan, tahun ini mamin tak kunjung dicairkan tanpa alasan dan kepastian yang jelas.

“Saya tidak tahu kenapa harus ditahan. Padahal kabarnya uang sudah cair dari Pemprov. Mereka (PTT) itu seharusnya menerima gaji dan mamin tiap bulan,” ungkap sumber lain yang juga menolak disebutkan namanya.

Penerimaan gaji bagi PTT ini, lanjut dia, dicairkan dalam bentuk uang cash. Berbeda dengan PNS yang gajinya setiap bulan dibayar melalui rekening. Sehingga pembayarannya tidak perlu khawatir jumlah dan tanggal pencairannya. “Kalau kami PNS sudah jelas pembayarannya. Karena langsung ditransfer melalui rekening,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dindik Jatim Dr Harun MSi membenarkan adanya keterlambatan ini. Menurut dia, pengalaman setiap tahun memang seperti itu. Biasanya, tiga bulan pertama anggaran untuk PTT memang terlambat dari pemprov. Tetapi ini akan berjalan lancar saat tiga bulan itu terlewati. “Biasanya memang seperti itu. Kami tidak akan main dengan kesejahteraan PTT,” ungkap Harun.

Menurutnya, peran PTT di Dindik sangat besar. Sehingga terkait hak harus terpenuhi seluruhnya. Selain itu, secara kemanusiaan Harun juga tidak akan tega bila melihat anak buahnya tidak terbayar gajinya.ika

author