banner 468x60

Tips Jauhkan Anak dari Pelecehan Seksual

454 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Maraknya pelecehan seksual yang terjadi di kota-kota besar di dunia membuat para orangtua khawatir soal rutinitas keseharian si buah hati. Sebagai tindakan pencegahan, ternyata anak bisa juga dibentengi sejak dini dari ancaman kejahatan seksual dengan beberapa kebiasaan.

Menurut ketua Komite AAP (American Acadvgemy of Pediatrics) bidang Kekerasan dan pengabdian anak, Cindy Christian MD, sejak dini pada dasarnya anak bisa disiapkan untuk menghindari hal-hal negatif seperti itu. Intinya, kegiatan tersebut lebih kepada kesiapan seorang anak dalam menghadapi berbagai situasi yang menjurus pada tindakan merugikan tersebut.

Cara pertama adalah meperkaya wawasan anak dengan study kasus berita. Dengan percakapan dan pemahaman sederhana dalam mengikuti berita terkini, anak akan belajar apa yang seharusnya dan tidak boleh dilakukan dalam pergaulan sehari-hari.

Terlebih cara ini juga dapat membuat anak lebih memiliki pengetahuan soal tempat-tempat rawan kejahatan yang harus diwaspadai. Termasuk bisa mengidentifikasi lebih dini teman sekelas, guru dan orang-orang yang berpotensi melakukan tindakan asusila ini mereka.

Cara kedua jalin komunikasi dengan sikap terbuka Cara ini membuat Anda mudah memonitor apa yang dialami dan selama ini anak Anda lakukan. Kedekatan ini biasanya akan membuat orangtua lebih peka terhadap perubahan yang terjadi pada anak.

Cara ketiga, batasi ciuman dan pelukan Selain ke orangtua, jangan biasakan anak dengan mudah mendapat ciuman dan pelukan dari orang lain, bahkan dari saudara sendiri. Terlebih jika hal ini pada dasarnya tidak disukai anak. Dengan membiasakan anak menentukan pilihan, mereka akan belajar bagaimana memiliki kendali atas tubuhnya sendiri.

Keempat, ajari mereka bersikap dan mengambil keputusan. Ini akan membuat anak peka saat berada dalam kondisi Kurang menguntungkan dengan berdasar naluri mereka. Semisal, saat akan terjadi tindakan pelecehan, anak dapat langsung lari dan mencari perlindungan ke orang dewasa yang dipercaya. Bisa guru, polisi, orangtua, saudara dan sebagainya.

Beri arahan ke anak, dalam kondisi tertentu, mereka bisa melawan dengan berlaku tidak sopan. Seperti berteriak, menghalau tangan seseorang dan berlari saat diajak berbicara apabila ia merasa terancam. Selain itu, ajari mereka untuk tak mudah menerima segala pemberian dari orang yang tak dikenal, termasuk tawaran untuk mengantar pulang.

Kelima, jangan tanamkan pribadi yang individualistis. Karena semakin banyak jumlah teman yang berada di sekitar anak Anda saat rutinitas mereka, semakin kecil pula pelaku pelecehan seksual melancarkan niat jahatnya. Namun ada baiknya sesekali Anda mengenal satu per satu teman anak Anda. Caranya undang mereka makan bersama di rumah sesekali waktu.

Keenam, jangan remehkan saat mereka mengadu Selalu percaya dan mengusut setiap hal kecil, seperti saat ada orang yang dengan sengaja menyentuh anak Anda. Karena hal ini mempermudah Anda dan si buah hati menentukan tindakan pencegahan sebelum kejadian buruk benar-benar terjadi.

author