banner 468x60

TPP Macet, 8.000 Guru Negeri ‘Ngaplo’

443 views
iklan
Ikhsan, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya

Ikhsan, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya

Penakita | SURABAYA – Sedikitnya delapan ribu guru negeri di Surabaya dipastikan bakal ‘ngaplo’, sama seperti nasib ribuan guru swasta. Pasalnya, pencairan tunjangan profesi pendidik (TPP) mereka dipastikan pula bakal molor, bahkan masih menggantung hingga saat ini.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Ikhsan kepada PENAKITA.com di kantornya, Senin (18/3/2013). Pihaknya mengakui bahwa hingga hari ini, dirinya belum menerima SK pencairan TPP, atau pun peraturan menteri keuangan (PMK).

“Belum ada anda-tanda tunjangan itu akan cair. Kalau tahun lalu, bulan Januari atau Februari, SK-nya sudah turun, sehingga Maret sudah bisa mulai diolah dan dicairkan,” beber Ikhsan.

Kendati demikian, Ikhsan menghimbau kepada guru-guru negeri untuk tetap bersabar menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Ia menyarankan guru-guru tak perlu merasa khawatir, meskipun telat, TPP pasti bakal dicairkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagaan Dindik Surabaya, Yusuf Masruh menerangkan bahwa telah mengirimkan data-data guru negeri penerima TPP, yang tahun 2013 ini jumlahnya mencapai delapan ribu orang guru. “Saya harap guru-guru, baik negeri maupun swasta bisa bersabar. Sebab, masalahnya bukan kami yang ingin menunda pembayaran, tapi karena memang dananya belum cair,” tutur Yusuf.

Sebelumnya Kepala Bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dinas Pendidikan Jatim, Nur Srimastutik juga mengakui TPP untuk guru swasta mengalami keterlambatan dibandingkan tahun lalu. Dia memastikan data-data guru penerima TPP sudah dikirimkan ke pusat. Untuk Jatim ada sekitar 207.000 guru.Mereka ini adalah guru-guru yang lolos sertifikasi sejak tahun 2006 hingga 2012.

Dia juga memastikan nilai TPP tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun 2012 seiring kenaikan gaji pokok guru. “Kalau tahun 2012 per bulannya mendapat Rp 2,5 juta, tahun ini kami perkirakan sampai Rp 2,6 juta,”katanya. ika

author