banner 468x60

Tren di Hongkong, Berkebun di Atas Atap

503 views
iklan
Berkebun di atas ketinggian gedung

Berkebun di atas ketinggian gedung

Penakita | HONGKONG – Bertani atau berkebun ternyata tak hanya bisa dilakukan di lahan konvensional. Dengan sedikit kreativitas, kita bisa juga berkebun di tengah kota, bahkan di atas genting (Rooftop Farming).

Istilah atau tren Rooftop Farming sebenarnya sudah dilakukan di beberapa negara di Eropa, Amerika dan beberapa negara di Asia. Cara ini dilakukan seiring kampanye perubahan iklim global yang semakin memprihatinkan.

Di samping keuntungan tersebut, kegiatan Rooftop Farmingi tentu saja memberi berbagai manfaat masyarakat perkotaan. Seperti di Hong Kong kegiatan ini memberi tambahan ruang terbuka hijau yang kini hanya tersisa sekitar 25 persen dari luas keseluruhan kawasan ini.

Selain itu, kegiatan ini juga memberi manfaat sebagai kegiatan penghasil sayur dan buah-buahan. Seperti dikutip dari BBC tren Urban Farming, mulai digagas oleh para insinyur muda lokal. Michael Leung, desainer muda asal Hong Kong bersama beberapa rekannya adalah salah satu pencetus ide ini. Secara otodidak ia memulai dengan pembudidayaan lebah di areal perkotaan.

Dibantu dua rekannya, Matthew Edmondson dan Glenn Ellingsen, Leung mendirikan HK Farm pada bulan April 2012. Mereka menanam tumbuh tumbuhan organik dan sayuran di atas gedung 4.000 kaki di kawasan Ngau Tau Kok, Hongkong.

Dalam beberapa bulan berselang, kegiatan Rooftop Farming anak-anak muda Hongkong ini mampu membudidayakan sejumlah buah dan sayuran, seperti tomat, kemangi dan tanaman lainnya.

Kawasan urban farming ini juga memiliki fungsi lain, yakni menjadi kawasan agrowisata di tengah modernisasi Hongkong. Dalam hal ini, HK Farm sengaja dibuka untuk umum setiap sore hari pada Sabtu dan Minggu.

“Kami tertarik memanfaatkan lahan kosong yang ada di atap. Ide ini lebih menyenangkan saat pembeli melihat langsung sayuran dan buah yang dipotong di depan mereka, dan ini semua dilakukan di kawasan perkotaan, bukan di pedesaan seperti pada umumnya,” kata Leung. adi

author